
Chamberlains of London – Tradisi kuliner seafood Inggris terus bertahan, memadukan resep klasik, teknik tradisional, dan sentuhan modern di berbagai kota pesisir.
Sejak berabad-abad lalu, tradisi kuliner seafood Inggris tumbuh di sekitar pelabuhan sibuk dan desa nelayan kecil. Ikan menjadi sumber protein murah untuk pekerja, sementara kerang dan tiram mengisi meja bangsawan. Garam dan pengasapan menjadi cara utama mengawetkan hasil laut.
Di banyak daerah, keluarga nelayan mewariskan resep turun-temurun. Karena itu, tradisi kuliner seafood Inggris tidak hanya soal rasa. Ada kisah kerja keras di laut, cuaca ekstrem, dan ikatan komunitas di balik setiap hidangan yang tersaji.
Sementara itu, pasar ikan tradisional tetap ramai. Nelayan membawa hasil tangkapan segar pada pagi hari, lalu koki dan pemilik kedai memilih bahan terbaik. Pola sederhana inilah yang menjaga konsistensi cita rasa sekaligus memperkuat tradisi kuliner seafood Inggris.
Salah satu simbol tradisi kuliner seafood Inggris adalah fish and chips. Ikan putih berbalut tepung renyah disajikan dengan kentang goreng tebal. Meski tampak sederhana, kualitas minyak, suhu penggorengan, dan kesegaran ikan sangat menentukan hasil akhir.
Selain itu, terdapat hidangan seperti kedgeree, campuran nasi, ikan asap, telur, dan rempah halus. Menu ini mencerminkan pengaruh kolonial namun tetap melekat dalam tradisi kuliner seafood Inggris. Rasa smokey dari ikan berpadu lembut dengan nasi hangat dan telur rebus.
Di kawasan Skotlandia dan utara Inggris, chowder dan sup ikan krim juga populer. Kuah kental, kentang, dan potongan ikan hangat mengisi mangkuk, cocok untuk cuaca dingin yang menusuk. Bahkan, banyak pub mempertahankan resep sup ikan yang sama selama puluhan tahun sebagai bagian identitas mereka.
Pub tradisional memegang peran penting dalam tradisi kuliner seafood Inggris. Banyak pub tua menghadirkan menu ikan dan kerang musiman yang disesuaikan dengan hasil tangkapan lokal. Suasana hangat, bangku kayu, dan aroma makanan dari dapur menambah daya tarik.
Sementara itu, fishmonger atau pedagang ikan lokal menjadi penghubung antara laut dan dapur rumah tangga. Mereka menata ikan segar di atas es, memberi saran cara memasak, hingga membagikan resep keluarga. Hubungan personal ini membuat tradisi kuliner seafood Inggris tetap terasa dekat dan manusiawi.
Di sisi lain, beberapa pasar ikan besar kini membuka area makan di tempat. Pengunjung dapat memilih ikan lalu meminta koki memasaknya langsung. Konsep ini menggabungkan pengalaman tradisional dengan kenyamanan modern tanpa meninggalkan esensi tradisi kuliner seafood Inggris.
Masing-masing wilayah memiliki warna khas dalam tradisi kuliner seafood Inggris. Di Cornwall, pasty berisi ikan dan kerang kadang menjadi alternatif menarik selain versi daging. Di Whitstable, Kent, tiram menjadi ikon yang dirayakan dalam festival tahunan.
Di pesisir Wales, hidangan seperti kerang dan laverbread (dari rumput laut) menunjukkan kekayaan bahan lokal. Akibatnya, gambaran tradisi kuliner seafood Inggris tidak tunggal. Setiap daerah menambahkan sentuhan rasa, teknik, dan cara penyajian yang berbeda.
Meski begitu, ada benang merah yang menyatukan. Fokus pada bahan segar, rasa yang jujur, dan pengolahan yang tidak berlebihan. Pendekatan sederhana ini membuat tradisi kuliner seafood Inggris mudah dinikmati semua kalangan, dari wisatawan sampai warga setempat.
Restoran kontemporer kini banyak mengolah seafood Inggris dengan teknik modern. Namun, mereka tetap menghormati akar tradisi kuliner seafood Inggris. Koki bermain dengan plating, saus, dan kombinasi rasa baru, sambil mempertahankan bahan utama dari laut sekitar.
Beberapa restoran bintang Michelin menghidangkan versi elegan fish pie, scallop panggang, atau tiram dengan dressing halus. Nevertheless, inti kesegaran tetap sama. Produsen lokal dan nelayan kecil masih menjadi pemasok utama, menjaga rantai tradisi kuliner seafood Inggris.
Read More: How coastal British seafood traditions are making a comeback
Selain restoran mewah, food truck dan kedai pesisir juga berinovasi. Mereka menyajikan taco ikan gaya Inggris, burger cod asap, hingga kerang dengan saus rempah. Namun, di balik bentuk baru, rasa laut yang bersih dan segar tetap menjadi jiwa tradisi kuliner seafood Inggris.
Kesadaran lingkungan mengubah cara orang memaknai tradisi kuliner seafood Inggris. Konsumen mulai bertanya soal asal-usul ikan, teknik penangkapan, dan dampak terhadap ekosistem. Label sertifikasi dan panduan ikan berkelanjutan kini banyak dipajang di restoran dan pasar.
Karena itu, banyak koki mengalihkan fokus ke spesies lokal yang melimpah dan kurang populer. Misalnya, mendorong konsumsi ikan kembung, haddock, atau pollock sebagai alternatif cod yang sering dieksploitasi berlebih. Langkah ini membantu memastikan tradisi kuliner seafood Inggris juga ramah lingkungan.
Setelah itu, edukasi kepada publik menjadi kunci. Program memasak, festival makanan, dan tur pasar ikan mengajarkan pentingnya memilih hasil laut musiman. Pendekatan ini menegaskan bahwa tradisi kuliner seafood Inggris bisa terus hidup tanpa mengorbankan kelestarian laut.
Banyak kota pesisir menggelar festival seafood tahunan dengan tema yang terkait tradisi kuliner seafood Inggris. Ada lomba memasak chowder, parade perahu, hingga sesi cicip tiram dan kerang. Acara ini menarik wisatawan sekaligus menghidupkan kebanggaan lokal.
Di sisi keluarga, hidangan seafood kerap menjadi pusat momen istimewa. Makan siang hari Minggu dengan salmon panggang, makan malam musim panas dengan kerang rebus, atau fish and chips di tepi pantai. Semua momen itu menempel dalam ingatan, menguatkan tradisi kuliner seafood Inggris di generasi baru.
Bahkan, banyak orang yang tinggal jauh dari pantai tetap mencari rasa yang sama saat pulang kampung. Satu porsi ikan goreng atau semangkuk sup ikan hangat bisa memanggil kembali memori masa kecil. Pada akhirnya, tradisi kuliner seafood Inggris terus bertahan sebagai gabungan rasa, cerita, dan identitas budaya yang sulit tergantikan.